Digitalisasi Legenda Kawah Putih Tinggi Raja Simalungun Sebagai Media Pelestarian Budaya

Authors

  • Agung Aksara Perkasa Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Ineke Mei Ninditha Yoda Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Naila Kamila Iffah Lubis Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Riris Sihol Marito Sihombing Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Ryan Dallion Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Stevani Putri Chiristie Gulo Universitas Negeri Medan, Indonesia

Keywords:

digitalization, folklore, Simalungun culture, intrinsic elements, moral messages

Abstract

The preservation of local culture through digital media is important to maintain the existence of folklore among younger generations. This study aims to describe the digitalization of the legend of Kawah Putih Tinggi Raja, Simalungun, into a digital short story and to identify students’ understanding of its intrinsic elements and moral messages. This study employed a descriptive quantitative approach. The research involved 15 students of Universitas Negeri Medan who had read the digital short story. Data were collected using a questionnaire consisting of 10 statements with a five-point Likert scale and analyzed using descriptive statistics, including mean, standard deviation, frequency, and percentage. The results showed an overall mean score of 3.98 out of 5.00. A total of 86.7% of respondents were categorized as having high and very high levels of understanding. The highest mean scores were found in the ecological message and the ease of language and narrative, both scoring 4.27. The lowest score was found in understanding the causal relationship between the ritual, earthquake,

and formation of Tinggi Raja, with a mean of 3.60. These findings indicate that the digital short story can serve as a medium for introducing local Simalungun culture to younger generations.

Keyword: digitalization, folklore, Simalungun culture, intrinsic elements, moral messages.

References

Ardhiansyah, F., Listyarini, I., & Prasetya, S. A. (2025). Pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis Google Sites pada materi unsur-unsur intrinsik cerita rakyat di kelas IV SDN Kauman Blora. Jurnal Cerdas Mendidik, 4(2).

Bunga, R. D., Rini, M. M., & Serlin, M. F. (2020). Peran cerita rakyat sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia di Kabupaten Ende. Retorika: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.

Candrasari, Y., Umaya, N. M., & Asrofah. (2022). Video berbasis budaya Nusantara sebagai pengembangan media pembelajaran cerita rakyat untuk SMK di Pati. Jurnal Skripta, 8(2). doi:10.31316/skripta.v8i2.1868

Fitri, A., & Suriana. (2025). Menelisik nilai-nilai moral dalam buku Legenda Sungai Tapung Kumpulan Cerita Rakyat Rokan Hulu. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS), 5(3). doi:10.37081/jipdas.v5i3.4095

Fujiastuti, A., & Suyatmi, T. (2019). Media flash berbasis komik dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat. Jurnal Bahtera, 6(12). doi:10.37729/btr.v6i12.6034

Hudhana, W. D., & Ibrahim, S. (2025). Persepsi siswa sekolah dasar Jawa Tengah mengenai penggunaan media pembelajaran cerita rakyat berbasis digital bermuatan pendidikan karakter. Lingua Rima, 13(3). doi:10.31000/lgrm.v13i3.12728

Juansyah, E. Z., Safitri, D., Putri, F. A., Yuniarti, G., Ananda, T. A., Cakrayana, I., & Karim, A. (2024). Cerita rakyat Roro Jonggrang salah satu media pembelajaran pada materi bangun datar. Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 2(5), 132–138.

Majid, M. I. A., Syakir, & Mujiyono. (2020). Perancangan ilustrasi buku cerita rakyat asal mula terbentuknya daerah Gunungpati Kota Semarang sebagai media penyampai pesan moral bagi generasi muda. Eduarts, 9(3).

Nursa'ah, K. (2014). Inventarisasi cerita rakyat di Kabupaten Banjarnegara. Sutasoma: Jurnal Sastra Jawa, 3(1). doi:10.15294/sutasoma.v3i1.4031

Purba, R. H. U., Hutauruk, F. O., & Halimatussakdiah. (2024). Analisis legenda Gunung Tinggi Raja etnik Batak Simalungun: Kajian sosiologi sastra. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(3), 49220–49228.

Unsiah, F., Degeng, P. D. D., Isnaini, M. H., & Adi, S. S. (2026). Digitalisasi cerita rakyat: Pengembangan cerita inklusif Ki Ageng Gribig untuk literasi budaya di era digital. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 4(3), 4226–4235. doi:10.58266/jpmb.v4i3.1150

Downloads

Published

2026-10-22