Analisis Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dalam Evaluasi Pendidikan: Tinjauan Kritis terhadap Pengembangan Evaluasi Pendidikan Agama Islam
Keywords:
Minimum Competency Criteria, educational evaluation, Islamic Religious Education, Kriteria Ketuntasan Minimal, evaluasi pendidikan, Pendidikan Agama Islam, Kurikulum MerdekaAbstract
Evaluasi merupakan komponen penting dalam penyelenggaraan pendidikan karena berfungsi untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran sekaligus menjadi dasar pengambilan keputusan dalam meningkatkan mutu pendidikan. Salah satu instrumen evaluasi yang selama bertahun-tahun digunakan dalam sistem pendidikan Indonesia adalah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep, fungsi, implementasi, serta relevansi KKM dalam pengembangan evaluasi Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya pada masa transisi menuju Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dalam Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), yaitu mengkaji berbagai jurnal ilmiah, buku, dan regulasi yang berkaitan dengan evaluasi pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa KKM memiliki peran strategis sebagai standar minimal pencapaian kompetensi peserta didik dan menjadi acuan dalam pelaksanaan remedial maupun pengayaan. Namun demikian, implementasi KKM masih menghadapi berbagai kendala, seperti orientasi yang terlalu menitikberatkan pada pencapaian nilai numerik, perbedaan standar antar sekolah, serta belum mampu menggambarkan kompetensi peserta didik secara menyeluruh, terutama pada aspek afektif dan psikomotorik. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, evaluasi pembelajaran seharusnya tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga mampu mengukur perkembangan karakter, spiritualitas, dan pengamalan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, transformasi dari KKM menuju KKTP menjadi langkah yang lebih relevan dalam mewujudkan sistem evaluasi yang autentik, fleksibel, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik secara holistik.
Kata Kunci: Kriteria Ketuntasan Minimal, evaluasi pendidikan, Pendidikan Agama Islam, KKTP, Kurikulum Merdeka.
Abstract
Evaluation is a crucial component in education delivery because it measures the achievement of learning objectives and serves as the basis for decision-making to improve educational quality. One evaluation instrument used for many years in the Indonesian education system is the Minimum Completion Criteria (KKM). This study aims to analyze the concept, function, implementation, and relevance of the KKM in developing evaluations of Islamic Religious Education (PAI), particularly during the transition to the Learning Objective Achievement Criteria (KKTP) in the Independent Curriculum. The study used a qualitative approach with library research, reviewing various scientific journals, books, and regulations related to educational evaluation. The results indicate that the KKM plays a strategic role as a minimum standard for student competency achievement and serves as a reference for implementing remedial and enrichment programs. However, the implementation of the KKM still faces various obstacles, such as an overemphasis on numerical scores, differences in standards between schools, and the inability to comprehensively describe student competencies, particularly in the affective and psychomotor aspects. In the context of Islamic Religious Education, learning evaluation should not only focus on cognitive aspects but also measure character development, spirituality, and the practice of Islamic values. Therefore, the transformation from Minimum Competency Criteria (KKM) to Minimum Competency Criteria (KKTP) is a more relevant step in realizing an evaluation system that is authentic, flexible, and oriented toward holistic student competency development.
Keywords: Minimum Competency Criteria, educational evaluation, Islamic Religious Education, Minimum Competency Criteria (KKTP), Independent Curriculum.
References
Arifin, Z. (2020). Evaluasi pembelajaran. PT Remaja Rosdakarya.
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. (2020). Pedoman penilaian hasil belajar Pendidikan Agama Islam. Kementerian Agama Republik Indonesia.
Habibi, M. W. (2026). KOMPETENSI INTERNET OF THINGS (IOT) PENDIDIKAN VOKASI: Teori, Pembelajaran, dan Implementasi. Penerbit KBM Indonesia.
Khaer, M. Z., & Pramono, A. J. B. (2025). Pengembangan Instrumen Penilaian Autentik pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Implementasi Kurikulum Merdeka.
Kemendikbudristek. (2022). Panduan pembelajaran dan asesmen pada Kurikulum Merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Mulyasa, E. (2018). Pengembangan dan implementasi Kurikulum 2013. PT Remaja Rosdakarya.
Muhaimin. (2019). Paradigma pendidikan Islam: Upaya mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di sekolah. PT Remaja Rosdakarya.
Nitko, A. J., & Brookhart, S. M. (2014). Educational assessment of students (7th ed.). Pearson.
Puspitasari, W., Hamengkubuwono, H., Mutia, M., & Warsah, I. (2020). Implementasi penilaian autentik kurikulum 2013 pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti. At-Ta'lim: Media Informasi Pendidikan Islam, 19(1), 66-90.
Stufflebeam, D. L., & Shinkfield, A. J. (2007). Evaluation theory, models, and applications. Jossey-Bass.
Sulfaningsih, E., Djakfar, M. Z. R., Sahra, S., Anggraini, A., Haramain, I. R., & Purnawati, R. T. (2026). IMPLEMENTASI ASESMEN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SDN RINGINSARI. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(02), 224-243.
Widyanti, E., Wahyuningsih, S., & Halim, A. (2025). Penerapan Penilaian Autentik Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Kurikulum Merdeka di SMP Islam Terpadu Bina Insan Muara Wahau. Jurnal Tarbiyah Kalimantan, 2(1), 1-10.
Downloads
-
PDF FULL TEXT
Abstract Dilihat : 8 Kali ,
Download: 4 Kali
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ahmad Mujib, Achmad Rasyid Ridha

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.