Dekonstruksi Faktor Dominan Penyebab Perceraian Wilayah Menggunakan Teorema Determinan dan Aturan Cramer
Keywords:
Cramer's Rule, Divorce, BPS, Linear Algebra, RStudio., Aljabar Linier, Aturan Cramer, BPS, Perceraian, RStudio.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi variabel-variabel dominan penyebab perceraian di tingkat wilayah menggunakan pendekatan Aljabar Linier. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan sosio-matematika melalui penerapan Teorema Determinan dan Aturan Cramer pada Sistem Persamaan Linier (SPL) . Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencakup bobot faktor ekonomi (x₁), konflik (x₂), dan infidelitas (x₃) pada tiga sub-wilayah sampel, yang kemudian diolah secara komputasi menggunakan perangkat lunak RStudio. Hasil pengujian determinan pada matriks koefisien menunjukkan nilai determinan utama tidak sama dengan nol det(A) ≠ 0 yang membuktikan bahwa sistem sosiologis yang dibangun bersifat konsisten, bebas dari redundansi data, dan memiliki solusi unik. Analisis menggunakan Aturan Cramer melalui perhitungan rasio determinan berhasil mengisolasi setiap variabel secara independen dan mengidentifikasi faktor ekonomi sebagai pemicu perceraian yang paling dominan di wilayah tersebut. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi teori sosiologi keluarga dan Aljabar Linier dengan bantuan RStudio sangat efektif, akurat, dan objektif untuk memetakan serta membedah kompleksitas dinamika masalah sosial secara presisi di lapangan.
Kata Kunci: Aljabar Linier, Aturan Cramer, BPS, Perceraian, RStudio.
Abstract
This study aims to deconstruct the dominant causal variables of divorce at the regional level using a Linear Algebra approach. The method employed is quantitative with a socio-mathematical approach through the application of the Determinant Theorem and Cramer's Rule to the Linear Equation System (LES) Ax = B. The data used are secondary data sourced from the Central Bureau of Statistics (BPS), covering the weights of economic factors (x₁), conflict (x₂), and infidelity (x₃) across three sample sub-regions, which were then computationally processed using RStudio software. The results of the determinant test on the coefficient matrix showed a non-zero main determinant value (), proving that the constructed sociological system is consistent, free from data redundancy, and possesses a unique solution. Analysis using Cramer's Rule through determinant ratio calculation successfully isolated each variable independently and identified the economic factor as the most dominant trigger for divorce in the region. The conclusion of this study confirms that the integration of family sociology theory and Linear Algebra assisted by RStudio is highly effective, accurate, and objective in mapping and dissecting the complexity of social dynamics precisely in the field.
Keywords: Cramer's Rule, Divorce, BPS, Linear Algebra, RStudio.
References
Anggraeni, dkk. (2025). Analisis data perceraian di Pengadilan Agama Probolinggo. Jurnal Hukum dan Peradilan, 14(1), 45–58.
Bagaswara, A., & Astuti, R. D. (2025). Penerapan Aturan Cramer dalam penyelesaian model regresi linier berganda untuk analisis data sosial. Jurnal Ilmiah Matematika dan Statistika, 11(1), 12–25.
Chauhan, S. (2023). Applications of Cramer’s rule in mathematical economics and national income models. Journal of Mathematical Economics and Finance, 9(2), 112–125.
Chen‐Charpentier, B., dkk. (2025). Linear and non-linear modeling of marital satisfaction and social interactions. Mathematical Social Sciences, 134, 89–102.
Danya, F. (2025). A fuzzy SMBD (Single-Married-Broken-Divorced) model for predicting marital dissolution tracking. International Journal of Social Dynamics and Modeling, 17(2), 201–216.
Diana, R., & Agustina, M. (2023). Persepsi tentang pernikahan dan pergeseran nilai domestik pada generasi dewasa muda. Jurnal Sosiologi Kontemporer, 8(3), 174–188.
Gardiaz, L., & Arrazin, M. (2026). Komparasi efisiensi matriks: Implementasi Aturan Cramer pada pemodelan manajemen risiko keuangan mahasiswa. Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan, 14(1), 33–47.
INTAN, dkk. (2025). Dampak tekanan ekonomi terhadap keharmonisan rumah tangga: Studi kasus perceraian di Kabupaten Bengkulu Utara. Jurnal Kesejahteraan Sosial, 12(1), 56–71.
Iskandar, D. (2024). Analisis faktor pemicu perceraian di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN): Studi kasus di Kota Bogor. Jurnal Kebijakan Publik dan Administrasi, 28(2), 140–155.
Januari, A. (2023). Mengurai akar masalah perceraian nasional dalam perspektif sosiologi keluarga. Jurnal Analisis Sosial, 19(4), 310–325.
Kamaluddin, M. (2016). Analisis perbandingan metode Cramer dan eliminasi Gauss dalam menyelesaikan sistem persamaan linier pada masalah optimasi sosial. Jurnal Aljabar dan Pembelajaran Matematika, 4(2), 85–98.
Latifah, N., & Ritonga, S. (2022). Faktor-faktor determinan perceraian di Indonesia: A systematic literature review dari 16 faktor utama. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 15(3), 220–235.
Manna, dkk. (2021). Karakteristik dan penyebab utama cerai gugat di Indonesia. Jurnal Hukum Keluarga Islam, 6(2), 105–119. [1]
Medan, dkk. / Silitonga, dkk. (2025). Klasifikasi algoritma C4.5 dalam mengidentifikasi variabel dominan penyebab perceraian di Kota Medan. Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer, 11(1), 77–90.
Mujiono, dkk. (2025). Rekonstruksi faktor sosiologis penyebab tingginya angka perceraian di Kabupaten Jombang. Jurnal Sosiologi Agama dan Masyarakat, 9(2), 143–158.
Downloads
-
PDF FULL TEXT
Abstract Dilihat : 35 Kali ,
Download: 13 Kali
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Eliza Margareth Pangaribuan, Santa Ceacilia Br Tarigan, Claudia Nainggolan, Sintya Ester Zefanya Berutu, Tri Andri Hutapea

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.