Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Meningkatkan Keaktifan Pemuda dalam Kegiatan Ibadah Dijemaat GMIT Imanuel Bira’i

Authors

  • Sarah Jeniria Molo Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Abstract

Bagi pemuda, Pendidikan Agama Kristen sangat penting karena masa pemuda merupakan masa pembentukan identitas, karakter, dan masa pengambilan keputusan hidup. Oleh sebab itu, PAK menjadi sarana untuk membina pemuda agar memiliki iman yang kuat, perilaku yang baik, serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Kristen. Pendidikan Agama Kristen adalah pengajaran yang menolong individu  mengenal dan mengalami iman Kristen secara pribadi sera pada persekutuan umat Tuhan. Melalui pengajaran, keteladanan, serta pendekatan yang relevan dengan kehidupan pemuda, guru PAK dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan keaktifan mereka.   Pendidikan Agama Kristen (PAK) memiliki peran strategis dalam membimbing, membina, dan memotivasi pemuda agar lebih aktif dalam kegiatan kerohanian.

References

Arifianto, Y. A. (2020). Pentingnya pendidikan Kristen dalam membangun kerohanian keluarga di tengah perkembangan zaman. Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 5(2), 94–106. https://doi.org/10.33541/regula_fidei.v5i2.52

Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice Hall.

Bengtson, V. L., Putney, N. M., & Harris, S. C. (2013). Families and faith: How religion is passed down across generations. Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/acprof:oso/9780199948655.001.0001

Boehlke, R. R. (2016). Sejarah perkembangan pikiran dan praktek pendidikan agama Kristen. BPK Gunung Mulia.

Campbell, H. A. (2012). Digital religion: Understanding religious practice in new media worlds. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203084861

Cnaan, R. A., Boddie, S. C., & Yancey, G. (2003). Volunteering in religious congregations: A multilevel analysis. Nonprofit and Voluntary Sector Quarterly, 32(3), 339–355. https://doi.org/10.1177/0899764003254618

Groome, T. H. (1999). Christian religious education: Sharing our story and vision. Jossey-Bass.

Homrighausen, E. G., & Enklaar, I. H. (2018). Pendidikan agama Kristen. BPK Gunung Mulia.

Karnawati, & Priyanto, A. (2020). Peran gereja dalam pembentukan karakter generasi muda Kristen di era digital. Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 4(1), 1–12. https://doi.org/10.30648/dun.v4i1.191

Maslow, A. H. (1943). A theory of human motivation. Psychological Review, 50(4), 370–396. https://doi.org/10.1037/h0054346

Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Regnerus, M. D., & Uecker, J. E. (2006). Finding faith, losing faith: The prevalence and context of religious transformations during adolescence. Review of Religious Research, 47(3), 217–237. https://doi.org/10.2307/3512137

Sutanto, H. (2019). Pelayanan pemuda gereja: Tantangan dan strategi pembinaan. BPK Gunung Mulia.

Telaumbanua, A. (2020). Peranan guru Pendidikan Agama Kristen dalam membentuk karakter peserta didik. Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH), 2(1), 29–44. https://doi.org/10.37364/jireh.v2i1.29

White, J. (2015). The rise of the nones: Understanding and reaching the religiously unaffiliated. Baker Academic.

Zaluchu, S. E. (2020). Strategi penelitian kualitatif dan kuantitatif dalam penelitian agama. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat, 4(1), 28–38. https://doi.org/10.46445/ejti.v4i1.167

Downloads

Published

2026-07-29

Issue

Section

Articles