Pola Interaksi Kelompok pada Tradisi Randai di Nagari Sungai Jambur, Sumatera Barat

Authors

  • Aufa Raihan Universitas Negeri Padang, Indonesia
  • Delvitalia Universitas Negeri Padang, Indonesia
  • Minarni Universitas Negeri Padang, Indonesia

Keywords:

Group Communication, Randai, Minangkabau Culture, Cultural Transmission, Social Interaction, Komunikasi Kelompok, Budaya Minangkabau, Pewarisan Budaya, Interaksi Sosial

Abstract

The study employed a descriptive qualitative approach within a constructivist paradigm. The findings reveal that the interaction patterns in the Randai tradition consist of vertical communication between trainers and performers, as well as horizontal communication among group members. These communication processes occur through both verbal and nonverbal forms of communication, serving as a means of transmitting knowledge, skills, and Minangkabau cultural values. The cultural values conveyed include togetherness, mutual cooperation, discipline, responsibility, solidarity, and respect for customary traditions. The study further demonstrates that the sustainability of the Randai tradition depends not only on preserving its artistic form but also on maintaining the continuity of communication and social interaction within the group. Therefore, the Randai tradition can be understood as a system of cultural communication that plays a vital role in preserving the cultural identity of the Minangkabau community.


Abstrak
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola interaksi dalam tradisi Randai terdiri atas komunikasi vertikal antara pelatih dan pemain serta komunikasi horizontal antaranggota kelompok. Proses komunikasi tersebut berlangsung melalui komunikasi verbal dan nonverbal yang berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai budaya Minangkabau. Nilai-nilai budaya yang diwariskan meliputi kebersamaan, gotong royong, disiplin, tanggung jawab, solidaritas, dan penghormatan terhadap adat. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberlangsungan tradisi Randai tidak hanya ditentukan oleh pelestarian bentuk keseniannya, tetapi juga oleh keberlanjutan proses komunikasi dan interaksi sosial yang terjadi dalam kelompok. Oleh karena itu, tradisi Randai dapat dipahami sebagai sistem komunikasi budaya yang berperan penting dalam pelestarian identitas budaya masyarakat Minangkabau.

References

Afdhal, M. (2023). Pelestarian budaya Minangkabau melalui partisipasi generasi muda dalam kegiatan kesenian tradisional. Jurnal Kultura, 2(1), 45–56.

Arifin, Z., & Hidayat, R. (2023). Komunikasi budaya dalam pelestarian kearifan lokal masyarakat Indonesia. Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan, 8(2), 112–124.

Firdaus, R., & Syafitri, N. (2024). Peran komunikasi kelompok dalam pembentukan identitas budaya masyarakat lokal. Jurnal Ilmu Komunikasi, 12(1), 33–47.

Hasanah, U., & Yuliana, D. (2024). Interaksi sosial dalam kelompok seni tradisional sebagai media transmisi budaya. Jurnal Kajian Budaya, 9(1), 78–89.

Hermansyah, H., Indra, H., Nabilah, D., Khairunnisa, R., Andesva, A. R., & Azwar, Z. F. R. (2026). Pelestarian seni tradisional Randai sebagai upaya penguatan identitas budaya lokal di masyarakat. FUNDAMENTUM: Jurnal Pengabdian Multidisiplin, 4(2), 20–27. https://doi.org/10.62383/fundamentum.v4i2.1694

Littlejohn, S. W., Foss, K. A., & Oetzel, J. G. (2021). Theories of human communication (12th ed.). Waveland Press.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Mulyana, D. (2022). Ilmu komunikasi: Suatu pengantar (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Nofrianto, A., & Putri, S. (2025). Eksistensi dan kontribusi generasi muda terhadap keberlanjutan kesenian Randai Minangkabau. Jurnal Jejak Digital, 4(2), 88–99.

Pratama, D., & Kurniawati, E. (2023). Komunikasi antargenerasi dalam pewarisan budaya lokal di Indonesia. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 13(2), 145–156.

Rahmadani, Y., & Sari, M. (2024). Peran kelompok seni dalam pelestarian budaya masyarakat Minangkabau. Jurnal Sosial Humaniora, 11(3), 201–213.

Sugiyono. (2023). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

Syafril, A., & Putra, H. (2025). Peran generasi muda dalam menghidupkan tradisi budaya Minangkabau melalui Randai. Jurnal Pengabdian Masyarakat Terapan, 5(1), 51–62.

Wa'afini, F., Fajrina, S., Minawati, R., & Fatrina, N. Y. (2025). Pembelajaran seni Randai sebagai upaya pelestarian budaya Minangkabau di sekolah. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4). https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.35783

West, R., & Turner, L. H. (2021). Introducing communication theory: Analysis and application (7th ed.). McGraw-Hill Education.

Yin, R. K. (2020). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.

Yusuf, M., & Ananda, R. (2024). Komunikasi simbolik dalam seni pertunjukan tradisional Minangkabau. Jurnal Komunikasi Nusantara, 7(2), 91–103.

Zulhendri, F., & Maulana, I. (2023). Dinamika komunikasi kelompok dalam pelestarian budaya lokal. Jurnal Studi Komunikasi, 7(3), 267–280.

Downloads

Published

2026-07-09

Issue

Section

Articles