Kajian Kebutuhan Ruang dan Fasilitas Industri Animasi
Keywords:
industri animasi, ekonomi kreatif, fasilitas animasi, kebutuhan ruang, animation pipeline., animation industry, creative economy, animation facilities, spatial requirements, animation pipelineAbstract
The animation industry is one of the creative economy subsectors that has experienced significant growth due to advances in digital technology and the increasing demand for visual content in various fields. Animation is no longer used solely as entertainment media but has also been applied in education, advertising, visual communication, and the digital gaming industry. This development has increased the need for facilities capable of supporting animation industry activities in an integrated manner. However, existing facilities tend to focus only on specific functions, such as education or production, and have not fully accommodated the overall activities within the animation industry. This study aims to examine the spatial and facility requirements needed to support animation industry activities. The research employs a literature review method by collecting and analyzing scientific journals, previous studies, and references related to the animation industry. The findings indicate that the animation industry is characterized by collaborative and technology-based work systems, requiring facilities that can support learning activities, production processes, collaboration, business development, and work promotion within an integrated environment.
Keywords: animation industry, creative economy, animation facilities, spatial requirements, animation pipeline.
Abstrak
Industri animasi merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang mengalami perkembangan pesat seiring kemajuan teknologi digital dan meningkatnya kebutuhan konten visual di berbagai bidang. Animasi tidak hanya digunakan sebagai media hiburan, tetapi juga dimanfaatkan dalam bidang pendidikan, periklanan, komunikasi visual, dan industri permainan digital. Perkembangan tersebut menyebabkan meningkatnya kebutuhan terhadap fasilitas yang mampu mendukung aktivitas industri animasi secara terpadu. Namun, fasilitas yang tersedia saat ini masih cenderung berfokus pada fungsi tertentu, seperti pendidikan atau produksi, sehingga belum mampu mengakomodasi keseluruhan aktivitas dalam industri animasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebutuhan ruang dan fasilitas yang diperlukan dalam mendukung aktivitas industri animasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai jurnal ilmiah, penelitian terdahulu, dan referensi yang berkaitan dengan industri animasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa industri animasi memiliki karakteristik kerja yang kolaboratif dan berbasis teknologi digital sehingga membutuhkan fasilitas yang mampu mendukung aktivitas pembelajaran, produksi, kolaborasi, pengembangan usaha, serta promosi karya dalam satu lingkungan yang terintegrasi.
Kata Kunci: industri animasi, ekonomi kreatif, fasilitas animasi, kebutuhan ruang, animation pipeline.
References
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (2020). OPUS Ekonomi Kreatif Indonesia 2020. Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Kusumawardhani, R. M. I., & Daulay, M. C. M. (2020). Animation: Medium and Practice in Indonesia. Proceedings of the International Conference of Innovation in Media and Visual Design (IMDES 2020).
Maheswari, A. A. I. K., & Zahro, L. M. L. (2024). Kontribusi Industri Animasi Indonesia terhadap Ekonomi. Anima Rupa: Jurnal Animasi, 2(1).
Pangesti, L., Al Husaini, M. A., & Faisal, G. (2022). Perancangan Studio Animasi di Pekanbaru dengan Pendekatan Prinsip Desain Norman Foster. Journal of Architecture and Urbanism Research (JAUR), 5(2), 159–167.
Qahar, D. A., & Fajar, M. (2022). Perancangan Sekolah Tinggi Animasi di Lamongan Tema Metafora. Dearsip, 3(1), 25–30.
Setiawan, R., Praka, Y. S., Amalia, S., Danti, A. E., Prameswari, C. R. T., Tambun, D. R., & Mukkaramah, I. S. (2025). Implementation of a 3D Animation Production Pipeline for a Psychological Well-Being Trailer: Visualizing Self-Acceptance Using Autodesk Maya. Intechno Journal: Information Technology Journal, 7(2), 65–76.
Alfitra, R. (2021). Studio Animasi di Makassar dengan Pendekatan Metafora. Skripsi, Departemen Teknik Arsitektur, Universitas Hasanuddin.
Khafidz, M. C. (2019). Perancangan Studio Animasi di Surabaya dengan Pendekatan Metafora Kombinasi. Tugas Akhir, Program Studi Arsitektur UIN Sunan Ampel Surabaya.
Nabila, R. K. R., & Nurjayanti, W. (2024). Solo Creative Animation Center dengan Pendekatan Arsitektur Biofilik.
Downloads
-
PDF FULL TEXT
Abstract Dilihat : 18 Kali ,
Download: 7 Kali
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
