Konsep Oikumene dan Kesatuan Gereja: Analisis Komparatif antara Gereja Katolik Roma dan Gereja Protestan dan Implikasinya terhadap upaya Membangun Kesatuan Umat Kristen
Keywords:
Ecumenism, Church Unity, Roman Catholic Church, Protestant Church, Ecclesiology., Oikumene, Kesatuan Gereja, Gereja Katolik Roma, Gereja Protestan, Eklesiologi.Abstract
This study aims to analyze the concept of ecumenism and church unity from the perspectives of the Roman Catholic Church and Protestant Churches, as well as to identify its implications for promoting Christian unity. The research employs a qualitative approach using a library research method through the analysis of relevant scholarly sources on ecumenism, ecclesiology, and interchurch relations. The findings indicate that both traditions share the same commitment to church unity but differ in their theological foundations and ecclesiological approaches. The Roman Catholic Church emphasizes unity in both spiritual and ecclesial dimensions, while Protestant Churches primarily emphasize spiritual unity amid denominational diversity. These differences do not hinder interchurch dialogue and cooperation; instead, they create opportunities to strengthen Christian witness, social ministry, and inclusive relationships within a pluralistic society. Therefore, ecumenism remains an important framework for fostering constructive and sustainable Christian unity.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep oikumene dan kesatuan gereja dalam perspektif Gereja Katolik Roma dan Gereja Protestan serta mengidentifikasi implikasinya terhadap upaya membangun kesatuan umat Kristen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis berbagai sumber ilmiah yang relevan mengenai oikumene, eklesiologi, dan relasi antargereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua tradisi gereja memiliki tujuan yang sama dalam mewujudkan kesatuan gereja, namun berbeda dalam landasan teologis dan pendekatan eklesiologisnya. Gereja Katolik Roma menekankan kesatuan yang memiliki dimensi spiritual dan eklesial, sedangkan Gereja Protestan lebih menekankan kesatuan spiritual dalam keberagaman denominasi. Perbedaan tersebut tidak menghalangi terwujudnya dialog dan kerja sama antargereja, melainkan membuka peluang untuk memperkuat kesaksian Kristen, pelayanan sosial, dan pembangunan relasi yang lebih inklusif di tengah masyarakat yang plural.
References
Batlajery, A. M. (2021). Reformasi dan keesaan gereja: Makna peristiwa 31 Oktober bagi Gereja Protestan dan Katolik masa kini. Kurios: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 7(2), 352–363. https://doi.org/10.30995/kur.v7i2.326
Berutu, Y. H., & Situmorang, M. (2024). Tantangan oikumene di Asia: Sebuah kajian kontekstual. Lumen: Jurnal Pendidikan Agama Katekese dan Pastoral, 3(2), 203–216. https://doi.org/10.55606/lumen.v3i2.479
Budiyanto, H., Haisoo, M., & Pello, E. P. S. (2023). Wawasan eklesiologi yang inklusif bagi terciptanya keesaan gereja. Semper Reformanda, 5(1), 16–24.
Fronika Solin, N., & Situmorang, M. (2025). Pengaruh gerakan oikumenis terhadap kesatuan dalam gereja multikultural. Jurnal Ilmiah Research Student, 2(1), 10–18. https://doi.org/10.61722/jirs.v2i1.3546
Gea, T., & Zebua, E. B. (n.d.). Kajian teologis Paulus dalam 1 Korintus 12:12–27 tentang tubuh Kristus sebagai model kesatuan gereja masa kini.
Iryanto, A., & Ardijanto, D. B. K. (2019). Pemahaman guru pendidikan agama Katolik tentang tugas misioner gereja dan pelaksanaannya di SLTA Katolik Kota Madiun. JPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik, 19(1), 100–115. https://doi.org/10.34150/jpak.v19i1.171
Kayang, H. P., Pasally, V. A., Ra’bang, M. M., Turu, V. N., & Yunirma, Y. (2025). Teologi Kristen dalam perbedaan aliran: Upaya memahami keragaman dalam kesatuan iman. HUMANITIS: Jurnal Humaniora, Sosial dan Bisnis, 3(1), 280–292.
Kristanto, S. H. (2024). Oikumene dalam pemahaman Alkitab. Coram Mundo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 6(2), 95–102. https://doi.org/10.55606/corammundo.v6i2.388
Loi, L. (2025). Pengaruh oikumene di Indonesia di tengah multidimensi gereja masa kini. Damai: Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Filsafat, 2(1), 64–73.
Lumbantoruan, T. P., & Situmorang, M. (2025). Gerakan oikumene di Indonesia dan tantangan lintas agama. Sukacita: Jurnal Pendidikan Iman Kristen, 2(1), 167–185.
Nugroho, A. G., & Endi, Y. (2022). Eksistensi relasional sekolah Katolik dan Departemen Agama sebagai bentuk kesatuan toleransi (Perwujudan relasional gereja dan negara dalam terang KHK). JPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik, 22(2), 269–280. https://doi.org/10.34150/jpak.v22i2.409
Ospara, H. V. G. (n.d.). Parachurch dan oikumene di Indonesia.
Padang, M. M. I. P., & Situmorang, M. (2025). Peran oikumene dalam misi gereja untuk perdamaian dan keadilan sosial. Pengharapan: Jurnal Pendidikan dan Pemuridan Kristen dan Katolik, 2(1), 37–48.
Prameswara, Y. T. (2025). Analisis pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap layanan sosial-ekonomi Gereja Katolik. SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 4(4), 981–990. https://doi.org/10.55123/sosmaniora.v4i4.5752
Purba, D. Z. A. (2025). Sejarah pergerakan oikumene dan dampaknya terhadap gereja modern. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 4(1), 1213–1228.
Riyanto, F. A. (1995). Dialog agama dalam pandangan Gereja Katolik. Kanisius.
Sabhana, A. (2020). Civil society dan stabilitas sosial: Strategi Forum Lintas Ormas (FLO) dalam penyelesaian kasus pendirian Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) di Tanjung Barat, Jakarta Selatan 2016. Politeia: Jurnal Ilmu Politik, 12(2), 62–79.
Sapan, E. B. (2021). Oikumene: Kehidupan oikumene Gereja Toraja dengan Gereja Pentakosta di Indonesia bagi kehidupan bermasyarakat di Kecamatan Bittuang Kabupaten Tana Toraja. KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen, 2(1), 59–75. https://doi.org/10.34307/kamasean.v2i1.42
Simarmata, A. (2023). Ekklesiologi: Gereja sebagai tubuh Kristus menurut Paulus dalam 1 Korintus 12:12–26 dan tanggung jawab gereja memelihara kesatuan dalam interdenominasi. ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 6(2), 91–105. https://doi.org/10.54024/illuminate.v6i2.218
Situmorang, J. T. H. (2021). Ekklesiologi: Gereja yang kelihatan dan tak kelihatan: Dipanggil dan dikuduskan untuk memberitakan karya penyelamatan Kristus. PBMR Andi.
Tahun, M. (2018). Relasi intra-Kristiani di Indonesia: Gereja-gereja arus utama dan Pentakosta. TOLERANCE, 319.
Wau, S. D., Aruan, T., & Batawi, A. (2025). Perbandingan sejarah Gereja Ortodoks dan Katolik: Asal-usul dan perkembangannya. Jurnal Teologi dan Pelayanan Kerusso, 10(1), 50–59. https://doi.org/10.33856/kerusso.v10i1.455
Zay, D., & Manalu, A. (2026). Gereja dalam memperkuat kesatuan iman Kristiani: Pendekatan integratif eklesiologis dalam konteks pluralisme. HAGGADAH: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 7(1), 16–25. https://doi.org/10.57069/haggadah.v7i1.7180
Downloads
-
PDF FULL TEXT
Abstract Dilihat : 10 Kali ,
Download: 6 Kali
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
