Perkembangan Motorik Siswa SD Melalui Pembelajaran Penjaskes
Keywords:
Informal Education, Community Empowerment, Community Skills, Lifelong Learning.Abstract
Motor development is an important aspect in the growth and development of elementary school students, one effort that can be made to optimize students' motor development is through Physical Education, Sports, and Health (Penjaskes) learning. This study used a descriptive qualitative. The results showed that Penjaskes learning implemented in a planned, varied, and fun manner can improve students' gross and fine motor skills. The physical development of elementary school-aged children includes coordination of body movements such as running, tiptoeing, jumping, hanging, etc. These activities are necessary to improve gross motor coordination skills. However, motor development at this age becomes smoother and more regular compared to infancy. They appear to run faster and are good at jumping and are able to maintain their body balance. To refine motor skills, children must continue to do physical activities and in addition, children must also be involved in sports activities such as gymnastics, swimming, etc.
References
Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian : suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
Danim, S. (2011). Perkembangan Peserta Didik. Alfabeta.
Depdiknas. (2006). Permendiknas.No.22 tentang Tujuan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Depdiknas.
Hidayat, Rahmat, & Dede. (2015). Teori dan Aplikasi: Psikologi Kepribadian dalam Konseling. Ghalia Indonesia.
Hidayati, W., & Purnami, S. (2008). Psikologi Perkembangan. TERAS.
Lestari, D. F. (2020). Pengembangan model pembelajaran aktivitas jasmani melalui permainan tradisional bagi siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga Dan Kesehatan Undiksha, 8(1), 1–17. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJP/article/view/33742
Mujtahid, M., Assidiqi, A. H., & Sadiyah, D. (2025). Implementasi Pembelajaran Mendalam (Depp Learning) Di Sekolah Dasar Sebagai Penguatan Kurikulum Merdeka. Jurnal Ilmu Pendidikan Guru Sekolah Dasar Dan Usia Dini, 2(2), 31–36. https://doi.org/10.70134/pedasud.v2i2.711
Mulyasa. (2013). Manajemen Pendidikan Karakter. Bumi Aksara.
Novita. (2013). Survei Minat Siswa Siswi Dalam Pembelajaran Penjas Di Smp Negeri 3 Samalantan. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 2(5), 113.
Rahmi, A., & dkk. (2024). Kontribusi Kelompok Kerja Guru (KKG) terhadap Kompetensi Pedagogik Guru SDN di Kuranji Padang. Jurnal Kajian Dan Pengembangan Umat, 7(4), 1.
Riyanto, P. (2020). Kontribusi aktifitas fisik, kebugaran jasmani terhadap hasil belajar pendidikan jasmani. Journal of Physical and Outdoor Education, 2(1), 219–234. https://doi.org/10.37742/jpoe.v2i1.31
Rosdiani, D. (2013). Model Pembelajaran Langsung Dalam Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan. Alfabeta.
Samsudin. (2018). Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan(SD/MI). Literasi Nusantara.
Sardiman. (2012). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Rajawali Pers.
Sugiyono. (2021). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Suherman, A. (2009). Revitalisasi Pengajaran Dalam Pendidikan Jasmani. UPI.
Suryobroto, A. S. (2004). Diklat Sarana dan Prasarana Pendidikan Jasmani. FIK UNY.
Yanti, E., & Fridalni, N. (2020). Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Motorik Anak Usia Prasekolah. Jurnal Pendidikan Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 11(2), 87. https://jurnal.syedzasaintika.ac.id/index.php/medika/article/view/761
Downloads
-
PDF FULL TEXT
Abstract Dilihat : 14 Kali ,
Download: 2 Kali
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Karina Saraswati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.